10 Jurusan Kuliah yang Paling Disesali Setelah Lulus oleh Mahasiswa

Setiap mahasiswa memiliki impian untuk mengejar karir yang sesuai dengan bidang studi yang mereka ambil. Namun, ironisnya, banyak lulusan yang justru merasa menyesal setelah memilih jurusan tertentu di universitas.

Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 1.500 lulusan universitas, banyak dari mereka yang seharusnya merasa bahagia dengan pilihan akademisnya, tetapi menghadapi realitas yang pahit setelah lulus. Masalah utama yang muncul adalah ketidakcocokan antara harapan gaji memenuhi kehidupan sehari-hari dan kenyataan yang mereka hadapi di dunia kerja.

Survei yang dilakukan oleh sebuah perusahaan bursa kerja di Amerika menunjukkan bahwa banyak mahasiswa yang saat masih di bangku kuliah, merasa penuh semangat terhadap jurusan yang mereka ambil. Namun, setelah lulus, realitas tentang gaji yang ditawarkan oleh pekerjaan di bidang tersebut membuat mereka merasa kecewa.

Kenyataan ini menjadi sorotan dari ekonom yang terlibat dalam survei. Mereka menyoroti bahwa banyak mahasiswa hanya menyadari betapa pentingnya gaji setelah mereka menghadapi tagihan dan kewajiban sehari-hari yang tidak bisa terhindarkan.

Kenapa Mahasiswa Menyesal Memilih Jurusan Tertentu?

Salah satu alasan utama mengapa banyak mahasiswa menyesal adalah karena ketidakcocokan antara passion dan prospek pekerjaan. Meskipun mereka memilih jurusan berdasarkan minat, ternyata banyak yang tidak menemukan pekerjaan yang sesuai setelah lulus.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah besarnya biaya pendidikan yang harus mereka bayar. Ketika berhadapan dengan kenyataan bahwa gaji awal pekerjaan yang didapat jauh di bawah ekspektasi, banyak lulusan merasa tertipu oleh sistem pendidikan yang menjanjikan banyak hal.

Sekali lagi, survei menunjukkan bahwa bidang yang paling sering disesali adalah jurnalisme, di mana 87% responden mengaku menyesali pilihan itu. Ini mengindikasikan bahwa walau minat tetap ada, aspek ekonomi menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan.

Untuk jurusan lain seperti sosiologi, seni, dan komunikasi, juga mengalami tingkat penyesalan yang tinggi. Hal ini menyoroti fakta bahwa banyak lulusan sulit menemukan pekerjaan yang relevan atau memperoleh gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Survei: Jurusan Tercatat dengan Penyesalan Tertinggi

Hasil survei mencerminkan bagaimana jurusan akademis bisa mempengaruhi kehidupan karir seseorang. Jurnalisme menempati urutan teratas dengan 87% dari responden merasa menyesal setelah lulus.

Berikutnya adalah sosiologi dan seni, keduanya dengan 72% responden yang merasa kecewa. Hal ini menjadi pertimbangan penting bagi calon mahasiswa untuk lebih hati-hati dalam memilih jurusan yang akan diambil.

Kemudian ada jurusan komunikasi dengan 64% penyesalan. Ini menunjukkan proposisi gaji yang mungkin tidak sebanding dengan harapan yang dinyatakan di awal. Kursus-kursus ini diajarkan dengan asumsi dapat menjamin kesuksesan yang lebih besar.

Pendidikan, manajemen marketing, dan riset juga termasuk dalam daftar dengan tingkat penyesalan yang cukup signifikan. Angka-angka ini memberikan gambaran jelas tentang kebutuhan untuk memperbaharui kurikulum agar lebih relevan dengan kondisi pasar kerja saat ini.

Implikasi dari Ketidakpuasan Terhadap Jurusan yang Dipilih

Ketidakpuasan yang dialami oleh lulusan bukan hanya berdampak pada individu, tetapi juga pada sektor pendidikan dan lapangan kerja secara keseluruhan. Ketika lulusan merasa tidak puas, produktivitas mereka di tempat kerja bisa menurun.

Perusahaan pun akan mulai meragukan nilai dari lulusan yang dianggap tidak siap menghadapi tantangan kerja. Hal ini bisa menjadi bumerang bagi institusi pendidikan yang harus mempertanggungjawabkan kualitas lulusannya.

Penting bagi pihak universitas untuk melakukan evaluasi dan penelitian mendalam tentang selera pasar dan apa yang sebenarnya dicari oleh industri. Dengan demikian, mereka dapat mengarahkan calon mahasiswa untuk memilih jurusan dengan lebih bijak.

Akhirnya, para lulusan perlu mengambil langkah proaktif untuk terus mengembangkan kemampuan mereka, meskipun mereka merasa menyesal dengan pilihan jurusannya. Ini dapat membuka peluang baru dan mengadaptasi diri dengan perubahan pasar kerja yang cepat.

Related posts